Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juni 2018

Laboratorium PAI dan DEMA STAIN Gajah Putih Gelar Musabaqah Tahfidz Quran

Pemenang bersama para Waka , Kasubag, Kajur & Lab. PAI STAIN
Takengon, Kamis 31 Mei 2018

Menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1439 H, Laboratorium PAI STAIN Gajah Putih dan DEMA STAIN Gajah Putih Takengon, menyelenggarakan kegiatan musabaqah tahfidz Alquran yang selama 2 hari bertutut-turut Rabu-Kamis / 30-31 Mei 2018. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar  53 mahasiswa dari lintas prodi dan berbagai tingkatan semester.
peserta Musabaqah Hifzil Quran STAIN GPA
Kegiatan Musabaqoh Tahfidz Alquran ini diselenggarakan untuk mengeksplorasi kemampuan positif yang dimiliki oleh mahasiswa STAIN Gajah Putih terutama dalam bidang Alquran. 
"Tenyata setelah di eksplorasi STAIN Gajah Putih memiliki puluhan mahasiswa yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menghafal Alquran. Melalui kegiatan ini kita berharap STAIN Gajah Putih menjadi Kiblat  bagi pembinaan Alquran di kawasan tengah Aceh, bahkan bukan tidak mungkin menjadi salah satu Kiblat di seluruh provinsi Aceh. Kegiatan ini mempertandingkan cabang menghafal Alquran 2 dan 1 juz. Untuk tahun mendatang level pertandingan akan kita tingkatkan menjadi 2 dan 3 juz. Melalui kegiatan ini kita berharap masyarakat dataran tinggi Gayo bangga memiliki kampus STAIN Gajah Putih" ujar Ketua LAB. PAI Bapak Ruri Amanda,MA.
Kemudian disambung pula oleh Rasyidin selaku ketua panitia, "Mudah-mudahan melalui kegiatan ini mahasiswa STAIN Gajah Putih bisa termotivasi dan lebih mendekatkan diri lagi kepada Alquran" tungkasnya. 
Setelah melewati babak penyisihan dengan diuji untuk menyambung ayat, menyambung surat, estafet ayat dan bacaan surat favorit, dewan juri memutuskan 6 peserta cabang 1 juz dan 3 peserta cabang 2 juz yang akan tampil di babak final. Para peserta, panitia dan penonton menikmati dengan khusyuk indahnya lantunan bacaan hafalan Alquran dari para pemuncak yang berlaga di babak final ini. Sesi terakhir adalah penutupan acara dan pengumuman pemenang yang juga dihadiri oleh para dosen dan jajaran petinggi STAIN Gajah Putih Takengon, yaitu Waka I, Waka II , Waka III, Ka. AAKU, Kasubag Perencanaan, Kasubag Akademik, Ka. P2M, Kajur Tarbiyah, Kajur Syariah dan Kajur Dakwah/Ushuluddin. Berikut para pemenang dari kegiatan ini beserta hadiah yang didapatkan:
hadiah dari para donatur baik dari dalam kampus STAIN maupun dari luar
CABANG 2 JUZ
Juara 1-Zainal Abidin (IAT/6), hadiah: Piala, Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir & uang tunai 1 juta
Juara 2-Maya Savira (PBA/8), hadiah: Piala, Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir & uang tunai 800 ribu
Juara 3-Reni Puspita Sari (IAT/4), hadiah: Piala, Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir & uang tunai 600 ribu
Harapan 1-Diella Almira (PBA/2), hadiah: Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir & uang tunai 500 ribu
Harapan 2-Herawati (TBI/6), hadiah:Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir & uang tunai 450 ribu
Harapan 3-Ahmad Yuliandi (PAI/8), Hadiah: Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir & uang tunai 400 ribu
CABANG 1 JUZ
Juara 1-Suryadi (EKSYA/6), Hadiah: Piala, Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir dan uang tunai 500 ribu
Juara 2-Saniara (PAI/2), Hadiah: Piala, Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir dan uang tunai 400 ribu
Juara 3-Lisa Marlina (TBI/8), Hadiah: Piala, Mushaf Utsmani Alquran, buku zikir dan uang tunai 300 ribu
Harapan 1-Syahri Gunawan (IAT/2), Hadiah: Mushaf Utsmani, buku zikir dan uang tunai 200 ribu
Harapan 2-Fitri Arranti (TMA/8), Hadiah: Mushaf Utsmani, buku zikir dan uang tunai 150 ribu
Harapan 3-Sri Reduk (TMA/6), Hadiah: Mushaf Utsmani, buku zikir dan uang tunai 100 ribu
Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan masing-masing mushaf utsmani Alquran dan buku zikir pagi dan petang yang merupakan wakaf dari donatur baik dari civitas akademika STAIN maupun donatur dari luar yang juga sangat mendukung kegiatan ini. 

Seluruh panitia yang terdiri dari pengurus Lab. PAI STAIN Gajah Putih: Bpk. Ruri  Amanda, MA.,  Ibu Dwi Sukmanila Sayska, M.I.S., Bpk. Irhas, MA., Bpk. Sodikin, MA., Ibu Yulizar, MA., dan Bpk. Awal Kurnia Putra, M.Tpd., beserta seluruh tim DEMA STAIN Gajah Putih mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung dan mensukseskan kegiatan ini.  Ke depan diagendakan acara ini akan diselenggarakan setiap tahun di bulan Ramadhan. Semoga acara perdana ini menjadi sunnah hasanah yang akan terus berlanjut dan berkembang di kampus STAIN Gajah Putih untuk melejitkan potensi para penghafal Alquran yang akan menjadi calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Jumat, 13 April 2018

Kajian Muslimah DEMA STAIN Gajah Putih; Pemberdayaan Perempuan dalam Islam


 (Bid. Pemberdayaan Perempuan DEMA STAIN GPA)

Pada  hari Rabu, 11 April 2018, pukul 11:00 WIB s/d selesai bertempat di Kampus Induk STAIN GAjah Putih Takengon DEMA (Dewan Eksekutif Mahasiswa) STAIN  menggelar diskusi muslimah perdan . Acara yang digawangi oleh Bidang PEMBERDAYAAN PEREMPUAN ini menampilkan pemateri: ibu Dwi Sukmanila Sayska M.I.S, dosen hadis dan ilmu hadis STAIN GAjah Putih Takengon. Tema acara sesuai dengan buku yang dibedah dan didiskusikan yaitu "Menggugat Sejarah Perempuan Mewujudkan Idealisme Gender Sesuai Tuntutan Islam." Acara ini dihadiri para mahasiswa lintas jurusan dan prodi, dan ditargetkan akan dilaksanakan berkesinambungan sebagai agenda rutin Bidang Pemberdayaan Perempuan DEMA STAIN Gajah Putih Takengon.

Sabtu, 18 Juni 2016

MEMBINA SAKINAH, MAWADDAH DAN RAHMAH DALAM KELUARGA BERDASARKAN AL-QURAN DAN SUNNAH

MEMBINA SAKINAH, MAWADDAH DAN RAHMAH DALAM KELUARGA
BERDASARKAN AL-QURAN DAN SUNNAH

oleh: Dwi Sukmanila Sayska

Allah berfirman dalam surat Ar-Rum ayat 21: Dan di antara tanda-tanda Yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, Bahwa ia menciptakan untuk kamu (Wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu tenang dan hidup mesra dengannya, dan dijadikannya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya Yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang Yang berfikir.

Ayat ini menjelaskan bahwa peran seorang istri dalam rumah tangga adalah sebagai sumber sakinah/kedamaian keluarga. Dalam jalinan perkawinan Allah juga mencurahkan cinta dan kasih sayang antara suami istir. Namun apakah semua itu sudah dapat kita wujudkan dalam rumah tangga kita masing-masing? Sudahkan kita mampu menjaddi sumber sakinah? Sudahkah kita mampu mencurahkan ccinta dan kasih sayang tanpa pamrih dalam keluarga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu adalanya indikator atau standar. Bagaimana sesungguhnya yang dinamakan sebagai seorang istri shalehah dan ibu teladan bagi anak-anak. Sehingga kita bisa menilai, sejauh mana diri kita sudah memenuhi standar tersebut, dan berupaya meningkatkan amal kita agar mampu menjadi istri dan ibu yang menjadi sumber kedamaian dan cinta kasihd alam keluarga.

1.      ISTRI YANG DIRIDHAI SUAMINYA
·         Al-Quran:
Dalam surat at-Tahrim ayat 10 Allah jelaskan contoh istri-istri durhaka adalah istri Nabi Nuh dan Nabi Luth, yang membangkang dan mengkhianati kepercayaan suami. Sedangkan istri fir’aun (at-Tahrim 11) adalah wanita terbaik yang Allah bangunkan untuknya istana di syurga, karena ia tidak tunduk pada suami dalam kemaksiatan dan kedurhakaan pada Allah.

·         Hadis-hadis Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam:
1.      Wanita akan masuk syurga dari pintu manapun yang ia inginkan jika melakukan: shalat 5 waktu, puasa ramadhan, menjaga kehormatan diri dan taat pada suami
2.      Istri wajib memenuhi pangggilan suami ke tempat tidur, jika menolak dengan sombong dan kasar sehingga suami marah, maka akan dilaknat malaikat sampai pagi.
3.      Wanita shalehah itu penyayang dan selalu berusaha mencari ridha suami baik ketika dizalimi maupun dia zalim
4.      Tidak boleh puasa sunah tanpa izin jika suami ada di rumah, dan tidak keluar rumah tanpa izin.
5.      Hak suami terhadap istiri: patuh dan taat dan tidak boleh menerima tamu yang tidak disukai suami

2.      IBU YANG MENDIDIK PUTRA-PUTRINYA
Al-Qur’an:
·         QS. At-Tahrim 9: Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka neraka
·         QS. An-Nisa 9: takutlah kamu jika meninggalkan generasi yang lemah
·         QS. Luqman 13-19: Pengajaran Lukman al-Hakim pada anaknya:
·         Akidah: Jangan mempersekutukan Allah
·         Ibadah: Dirikan shalat, melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
·         Akhlak: Sabar terhadap musibah, jangan berjalan dengan angkuh, jangan meninggikan suara bila berbicara.

Hadis-Hadis Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam:
·         Mendidik dengan cinta:
·   Rasulullah tidak pernah memahari anak kecil, bahkan tidak pernah mengatakan kenapa kamu lakukan ini? Atau kenapa kamu tidak lakukan itu?
·   Rasulullah selalu mencium anak2 dan cucunya
·   Rasulullah selalu memulai salam pada anak2
·   Rasulullah mengajari mereka dengan lembut, tidak langsung memarah jika salah tapi menasehati bagaimana seharusnya bersikap
·   Tidak sempurna iman jika tidak menghormati yang lebih besar dan tidak menyayangi yang lebih kecil
·         Pembiasaan ibadah dimulai sejak dini: biasakan shalat sejak umur 7 tahun dan pukul jika masih tidak mau shalat di umur 10 tahun dan pisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan.
·         Contohkan akhlak yang baik; 5 S, libatkan dalam pertemuan orang dewasa dan ajarkan adab-adab serta etika.
·         Jangan lupakan fisik: beri asupan gizi cukup, latih ketangkasan fisik: berkuda, memanah, berenang.
·         Bimbing agar anak mencintai ilmu: menuntut ilmu wajib, menempuh jalan menuntut ilmu akan Allah mudahkan jalan ke syurga.

Dengan memahami standar dan tuntunan Al-Quran dan sunnah terhadap para wanita sebagai istri dan ibu ini, semoga kita akan mampu mewujudkan keluarga yang damai dan penuh cinta, rumah tangga ibarat syurga di dunia. Semoga kita mampu menjadi istri yang bisa membawa kedamaian bagi semua anggota keluarga, dan selalu berupaya memberikan cinta lillahi ta’ala tanpa mengharap balasan manusia.


Wallahu a’lam bisshawab...

Minggu, 11 Oktober 2015

TANGGUNGJAWAB BUNDO KANDUANG MENDIDIK REMAJA MUSLIM

TANGGUNGJAWAB BUNDO KANDUANG MENDIDIK REMAJA MUSLIM*

Oleh: Dwi Sukmanila Sayska, MIS

Allah berfirman: Kalian umat terbaik yang Allah utus untuk sekalian manusia, kalian beramar ma’ruf nahi munkar dan beriman pada Allah...

Jika ingin menjadi umat terbaik yang bisa membangun generasi terbaik maka haruslah beriman dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Bundo kanduang – limapapeh / tiang rumah gadang: punya peran strategis untuk amar ma’ruf nahi munkar dan menanamkan keimanan ini. Baik di lingkungan dalam keluarga, kaum dn masyarakat karena bundo kanduang diberi amanah di bidang pendidikan, sosial, ekonomi dan pemerintahan dalam budaya Minangkabau. Di zaman dahulu bundo kanduang telah membuktikan pengaruhnya yang besar dalam kemajuan masyarakat.

Jika Aceh punya Cut Nyak Dien dan Cut Meutia, dan Jawa punya Kartini, maka Minang juga punya srikandi-srikandi pejuang di masanya:
1.      Siti Manggopoh (1880-1960)=> berjuang angkat senjata melawan Belanda atas kebijakan pajak/  belasting yang memberatkan masyarakat di Agam.
2.      Rohana Kudus (1884 – 1972) =>mendirikan Kerajinan Amai Setia untuk membangun ekonomi masyarakat, dan tahun 1912 mendirikan surat kabar pertana khusus perempuan: Sunting Melayu
3.      Rahmah El-Yunussiyah (1990-1969) => mendirikan sekolah khusus perempuan Diniyyah Puteri tahun 1923 dan menyampaikan petisi ke pemerintah Jepang untuk tidak mempekerjakan wanita Minang sebagai pelacur pada masa pendudukan (1945-1948). Tahun 1960 Syekh Al-Azhar Mesir berkunjung ke Padang Panjang studi banding Diniyah Putri karena di Arab pun belum ada sekolah khusus perempuan, dan dibukalah Al-Azhar Putri 1969.
4.      Rasuna Said (1910 – 1965) aktif di partai politik memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, mejadi anggota dewan Perwakilan Sumatera dan mendirikan majalah Menara Puteri.

Mereka telah berjuang di masanya, menjawab tantangan dan problem kala itu dengan membangun generasi. Maka tugas kita sekaranglah untuk melanjutkan estafet itu, meskipun harus menghadapi masalah yang jauh berbeda karena kecanggihan teknologi sehingga menciptakan dunia maya yang tanpa batas, menyebarkan informasi dan gaya hidup barat dengan begitu cepat dan tidak terdeteksi di dunia nyata. Dewasa ini masalah generasi muda yang harus menjadi perhatian serius Bundo Kanduang setidaknya ada 3: akhlak, narkoba dan pergaulan bebas.

Dalam Al-Quran Allah bahkan juga telah mewasiatkan 15 abad yang lalu dalam surat At-Tahrim ayat 6: Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Dalam surat-surat fase Makkah juga digambarkan betapa dahsyatnya perhitungan Allah di hari kiamat, sehingga seorang anak akan lari dari saudaranya,  ibunya dan bapaknya karena takut dimintai tanggungjawab, seorang suami akan lari dari istrinya, dan sahabat dekat akan saling bertikai di hadapan Allah. Tidak bis asaling bersekongkol untuk menghindar dair azab Allah yang sangat dahsyat. Betapa berat pertanggungjawaban yang harus kita hadapi di hadapan Allah nanti. Maka sudahkah kita melakukan hal-hal terbaik agar semua pertanyaan Allah kelak tentang keluarga kita, dapat dipertanggungjawabkan dengan semestinya?

Maka untuk menjadikan anak-anak kita muslim yang kuat, mari kita kembali ke Al-Quran, bagaimana seharusnya mendidik remaja putra dan putri kita. Allah telah mengkhususkan sebuah surat dalam al-Quran sesuai dengan nama seorang tokoh yang shaleh di zaman dahulu, ahli ibadah dan ahli ilmu yaitu Luqmanul Hakim. Rasulullah pun bersabda: Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah, maka ortunya yang menjadikannya Yahudi, Nashrani dan Majusi.

Mendidik remaja tidak sama seperti mendidik anak yang belum baligh. Remaja masa awal-awla dewasa, punya banyak perubahan fisik maupun mental. Lebih pemalu dan ragu-ragu, takut akan masa depan, sangat memikirkan pendapat orang lain tentang dirinya. Jika orang tua tidak mendekati, maka ia akan semakin jauh dan

Penanaman nilai seorang Lukman kepada anaknya hendaknya menjadi contoh teladan bagi kita berdasarkan surat Luqman ayat 11-19:
1.      Kuatkan Iman pada anak
a.      Hindarkan dari kemusyrikan: Allah tak ampuni dosa syirik dan ampuni dosa lain sebanyak apapun.
b.      Muqarabatullah: Allah Maha Melihat, Mendengar dna Tahu apa yang terlintas di hati sekalipun. Apa yang ada di langit dan di bumi semua Allah awasi! Pupuk rasa takut akan azab dan harap akan rahmat.
2.      Tanamkan bakti pada orang tua
a.      Perjuangan ortu melahirkan menyusui, merawat dan membesarkan
b.      Ridha Allah ada pada ridha orang tua. Tapi jangan jadi ortu durhaka yang menelantarkan anak-anaknya.
c.       Doa anak = Allah sayangi ortu mereka sebagaimana ortu menyayangi mereka waktu kecil. Sudahkah kita sempurnakan kasih sayang pada anak-anak kita?
3.      Didik anak beribadah sejak dini
a.      Shalat: ajarkan dan biasakan sejak umur 7 tahun, pukul jika tidak mau di umur 10 tahun. Rasulullah juga bersabda: Beda mukmin dan kafir adalah shalat. Dalam al-Quran: irikanlah shalat karena shalat mencegah perbuatan keji dan munkar. Maka shalat menjadi benteng agar mereka kuat menghadapi problematika di zamannya.
b.      Membaca Al-Quran: Al-Quran adalah obat/penawar bagi penyakit dalam hati. Ketahuilah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang. Zikir paling utama adalah membaca Al-Quran. Rasulullah bersabda: Orang terbaik adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya. Di hadis lain: Bacalah Al-Quran karena Al-Quran jadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Hadis: Org yang mambaca al-Quran dan mengamalkannya kelak di akhirat kedua ortunya diberi mahkota yang bersinar  lebih baik dari matahari di dunia.
4.      Biasakan akhlak mulia
a.      Sabar. Minta tolonglah pada Allah dengan sabar dan shalat.
b.      Jangan sombong, kamu tak dapat setinggi langit dan tak dapat menembus bumi. Sombong adalah selendang Allah, yang mengambilnya tidak akan mencium bau syurga.
c.       Berjalan dan berbicara dengan sederhana.
d.      Jauh dari sarana menuju zina: menundukkan panadangan mata, menutup aurat dengan sempurna dan bergaul dengan lawan jenis sesuai syariat dan norma.

Dengan 4 poin ini kita bisa membentuk karakter anak menjadi muslim yang tangguh, tidak terpengaruh budaya barat dan pergaulan buruk dimanapun dan kapanpun dia berada. Namun yang paling penting diingat bahwa mendidik remaja berbeda dengan mendidik anak-anak. Imam Ali pernah berkata mendidika anak 0-7 perlakukan bak raja. 7-14 bagai tawanan, dan 14-21 tahun jadilah sahabat.

Kita tutup dengan kisah menarik zaman Rasulullah ketika seorang pemuda minta diberi dispensasi untuk tetap berzina karena dia tidak mampu menahan hawa nafsunya. Apakah Rasulullah langsung murka dan mengusirnya? Tidak! Rasulullah mencontohkan bagaimana cara menghadapi kenakalan remaja, yaitu bicara dari hati ke hati layaknya sahabat. Rasulullah tanyakan padanya: apakah engkau redha jika zina itu dilakukan terhadap saudara perempuanmua? Dia menjawan tidak. Terhadap bibimu? Dia jawab tidak. Terhadap ibumu? Dia jawab tidak. Maka sambil menangis dia mengakui kesalahannya dan minta didoakan oleh Rasulullah agar dia bisa mengekang nafsunya, lalu Rasulullah doakan sehingga dia tidak lagi pernah berzina.

Betapa indah teladan Rasulullah ini jika kita praktekkan juga dalam mengahadapi remaja kita sekarang ini.

*Ringkasan materi yang disampaikan pada kajian Bundo Kanduang Minang Saiyo Takengon.

Sabtu, 28 Maret 2015


RUTINITAS HARIAN IBADAH RAMADHAN 

Sepertiga malam Sampai Subuh

Ø  Upayakan  bangun di sepertiga malam terakhir yang istimewa. Laksanakan Qiyamullail meski hanya dua rakaat! Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.” (QS. Al-Insan:26) “Sebaik-baik shalat setelah fardhu adalah shalat malam. ” (HR.Muslim). “Sedekah dan shalat seseorang di tengah malam dapat menghapuskan dosa sebagaimana air memadamkan api” (Hadist riwayat At-Tirmidzi) “Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Ø Rasulullah menekankan“Carilahlailatul qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”(HR. Bukhari dan Muslim). Barang siapa yang beribadah pada malam ini dengan penuh keimanan dan mengharapkanpahala dari Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh-Nya(HR. Bukhari dan Muslim).
Ø   “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezki kepadamu”(QS.Thaha:132)
Ø  Barsahurlah, sebab sesungguhnya pada makan sahur itu ada berkahnya”(HR.Tirmidzi)
Ø Ikhlas puasa. “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ø  Banyak beristghfar Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka momohon ampun (kepada Allah)” (Adz-Dzaariyaat: 17-18). “Barangsiapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezki dari arah yang tiada disangka-sangka. ” (HR. Abu Daud)
Ø Banyak berdo’a.“Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Ghaafir: 60) “Allah Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam sewaktu malam tinggal sepertiga bagian akhir, lantas berfirman, ‘Barangsiapa berdo’a akan Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon pasti Aku perkenankan. Barangsiapa minta ampun niscaya Aku mengampuninya, hingga terbit fajar. ” (HR. Muslim) “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazar)
Ø Membaca Al-Quran. Sesungguhnya Jibril ‘alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur’an baginya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat.Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.”Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad). “Orang yang membaca sebuah huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an), maka ia memperoleh suatu kebaikan, sedang satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang seperti itu. Saya tidak mengatakan bahwa alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf.” (HR Imam Tirmidzi)

Setelah Shalat Subuh

Ø  Berusahalah tidak tidur hingga terbit matahari. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,”Barang siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia seakan-akan memperoleh pahala haji dan umrah (HR.Tirmizi, dishahihkan Al-Albani). “Barangsiapa yang mengucapkan “Subhaanallaahi wabihamdihi” seratus kali setiap pagi dan sore, maka tidak akan datang pada hari kiamat orang yang bisa membawa (pahala) lebih baik daripada apa yang dia bawa, kecuali seseorang yang mengucapkan seperti apa yang dia ucapkan, atau lebih” (HR. Muslim)
Ø Bertaubat dan berdoa. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orangyang beriman supaya kamu beruntung. (An-Nuur: 31). “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (QS. At Tahrim: 8). “Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapatiAllah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “(An-Nisa': 110). “Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali “ (HR. Muslim).
Ø muraja’ah al-Quran.“Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah ia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “.[HR. At Tirmizi]
Ø Shalatlah dua rakaat dhuha begitu matahari terbit. Abu Hurairah berkata:“Sahabatku (Rasulullah ) menasihatiku akan tiga hal (yang tidak akan pernah kutinggalkan hingga ku mati) : puasa tiga hari setiap bulan (puasa bhidh), dua raka’at shalat dhuha dan agar aku melaksanakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim). “Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu di sore harimu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i)

Saat Beraktifitas

Ø Menjaga perbuatan dan lisan dari dosa. “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kamu dilarang mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecilmu) dan Kami memasukkanmu ke tempat yang mulia (Surga). “(An-Nisaa': 31). “Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang berpuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata ‘Sesungguhnya aku sedang puasa” (HR. Al- Bukhari, Muslim). “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta serta kedunguan maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum .(HR. Al-Bukhari, Ahmad dan lainnya). Betapa banyak orang puasa, bagian dari puasanya (hanya) lapar dan dahaga. ” (HR. Ahmad)
Ø  Minta ampun bila tersalah. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Q.S. Ali Imran 133-134).
Ø Menuntut ilmu ikhlas karna Allah. “Barangsiapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah SWT memudahkan baginya jalan menuju Surga.” [HR. Muslim]. “Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah seraya membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali turunlah ketenangan atas mereka, serta mereka diliputi rahmat, dikerumuni para malaikat dan disebut-sebut oleh Allah kepada para malaikat di hadapan-Nya. ” (HR. Muslim).

Pertengahan Siang

Ø  Berusahalah istirahat menjelang atau sesudah Zuhur sebagai simpanan energi untuk qiyamullail. “Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang ” (HR. Ibnu Khuzaimah)
Setelah Ashar
Ø Zikir sore.” Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang. (QS. Al-Insan:25)
Ø Perbanyak shalawat. “Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku ketika pagi sepuluh kali dan ketika sore sepuluh kali maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Ath-Thabraniy)
Ø Memperbanyak sedekah. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan sekali di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). “Tidak boleh dengki kecuali dalam dua perkara, yaitu: orang yang dikaruniai Allah Al-Qur’an lalu diamalkannya pada waktu malam dan siang, dan orang yang dikaruniai Allah harta lalu diinfakkannya pada waktu malam dan siang” (Hadits Muttafaq ‘Alaih).
Ø Melayani kebutuhan keluarga. “Sebaik-baik wanita penunggang unta wanita Quraisy yg baik adl yg sangat penyayang terhadap anak ketika kecil dan sangat menjaga suami dlm apa yg ada di tangannya.” “Engkau sama dekatnya dengan Surga dan sama jauhnya dari Neraka sebagaimana dekatnya engkau dalam melayani suamimu”, dan dalam riwayat lain “suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu”.“Seorang perempuan yang menegakkan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan mematuhi suaminya akan memasuki Surga melalui pintu mana saja dia suka”. (HR. Bukhari dan Muslim). (HR. Bukhari dan Muslim).

Setelah Maghrib

Ø Menyegerakan berbuka dengan korma dan air putih. “Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . ” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi). “Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa disertai dengan berlebih-lebihan dan kesombongan. ” (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Ø Berdoa dan bersyukur ketika berbuka. “Sesungguhnya orang-orang yang ber-puasa pada saat berbuka mempunyai waktu dimana do’anya tidak tertolak” (HR. Ibnu Majah). “Bagi orang yang berpuasa dua kegembiraan, kegembiraan ketika ia berbuka serta kegembiraan ketika ia menemui Rabbnya” (HR. Bukhari dan Muslim). “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS Ibrahim:7).
Ø Lakukan shalat magrib dulu, baru lanjutkan dengan makanan berat. “tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada-Ku dgn suatu amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Ku-wajibkan.” (HR. Bukhari)
Ø Menjamu orang lain berbuka. “Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa maka baginya seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun dari pahalanya. ” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi).

Setelah Isya

Ø  “Barangsiapa mendirikan shalat Isya’ dengan berjamaah; maka ia bagaikan melaksanakan shalat separuh malam; dan barangsiapa shalat shubuh berjamaah maka ia bagaikan shalat semalam suntuk. ” (HR. Muslim). “Sesungguhnya shalat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Shubuh, jika mereka mengetahui pahalanya, niscaya mereka mendatanginya kendatipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ø  ”Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).
Ø Bersiap tidur dgn mengunci pintu dll. “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ø Muhasabah diri dan memaafkan kesalahan orang lain. “…Maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.” (Q.S.Asy-Syura : 40).“Rasulullah SAW bersabda, “wahai Uqbah, bagaimana jika ku beritahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mahu memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.”(HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).
Ø Berzikir, membaca surat Sajadah, Al-Mulk, ayat kursi dan DOA TIDUR. Disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam TIDAK TIDUR, sebelum membaca “Alif laam mim Tanzil..” (surat As-Sajadah) dan “Tabaarakalladzi biyadihil-mulk…” (surat Al-Mulk) “ (HR. At-Tirmidziy dan An-Nasa`i).

MAteri dikumpulkan oleh: Dwi Sukmanila Sayska